Benarkah Ada Cinta Mati?

 

 

Preeet, begitulah saya yang ucapakan jika ada benar cinta mati terhadap manusia.cinta mati itu hanya bualan dalam hati.  Cinta mati yang berarati hanya menyintai seseorang tersebut yang mengharapkan mendapat cinta dari orang tersebut.

Terkadang banyak orag yang tidak mau move on meski pacaranya sudah memutuskan untuk mencitai orang lain atau menikahi orang lain. Kadang sulit bagi mereka yang gagal moveon karena masih terbayang dengan wajah kekasihnya yang sangat dirindukan tersebut. Padahal wajah si kekasih pas-pasana belum pada taraf artis sinetron atau selibriti. Bahkan kalau ada yang lebih cantik ia tidak melirik.

Tentu saja ini salah.Come on. Jam didnding tidak letih untuk terus berputar manusia hidup jalan terus hingga menuju ke kematian. Jika tidak kita move on maka kita akan terpuruk.

Aku yakin kalau seorang bertemu dengan orang lain yang mempunyai perasaan yang sama seperti yang si penderita cinta mati temukan maka ia akan beralih. Misalnya ,kalau ia menyukai wanita yang kulitnya putih maka ia bis amove on pada wanita yang kulitnya putih. Atau kalau dari wanita yang sholihah maka ia berhasil akan beralih ke wanita yang sholihah juga.

Sadari bahwa ekasih kita juga manusia biasa. Ia mempunyai kelemahan seperti halnya diri kita.Kita yang mungkin pernah menerima manisnya saja hanya di pikiran kita saja. Kalau nantinya kita berkeluarga dengannya kita akan mendapatkan bumbu pahitnya yang harus juga kita telan.

Kita juga ahrus banyak berdoa pada yang menciptakan cinta itu sendiri agar kita ke lain hati saja atau move on. Kita yakin bahwa Allah yang mampu merubah hati dan pandangan kita.

Untuk itu kita harus move on dan jangan jadi orang yang gagal move on.Bagi saya preeet untuk orang yang berkata cinta mati pada seseorang. Cinta yang hakiki hanya ada pada Allah SWT sang pencipta.

Iklan

Gagal Move On

Tadi saya membaca sutau blog yang ad ajudulnya Gagal Move On. Aku tidak baca seluruh artikelnya karena aku tahu bahwa isinya adalah cerpen alias cerita pendek. Aku sudah terlalu lama di internet untuk browsing yang lain-lain. Sampe-sampe mau nulis jurnal ini saja, saya malas.

Untung kopi masih ada, yang artinya saya harus terus di depan laptop dan kopinya masih anget. Nanti saya akan bersih-bersih burung saya dulu atau burung pentetku. Aku akan bersihkan kandangnya . Oh lebih baik sekarang saja sambil menjemurnya di atas agar ia lebih sehat dan akan menyanyi.Kalau di bawah terus ia belum juga menyanyi hanya mengekek saja itupun karena si kucing yang mau menerkamnya.

BAlik lagi masalah Move on. Saya seperti kecanduan dengan hal-hal yang menenangkan.AKu ingat ibarata kodok yang nyaman dalam periuk yang hangat dan lama kelamaan akan mematangkan badannya.

Saya seolah-olah sudah berusaha  namun belum juga ada hasil. Padahal saya sendiri belum berusaha semaksimal mungkin. Kalau tidak salah ini kesalahan yang memang seirng kita buat seperti kata Abdullah Azzam. Ia mencontohkan para murid-muridnya berlari sampai di ia sendiri yang masih tetap bertahan.

Saya memang Gagal MoveON dari kondisi dulu namun sekarang saya harus berusaha untukMove On.