Aku Tidak Mau Menjadi Generasi Wacana

Saya mendengar rektor di universitas saya bekerja memeberikan wejangan pada mahasiswa agar jangan menjadi generasi wacana.Generasai wacana ini adlah generasi yang cuma bisanya berwacana saja atau kalau mereka beraksi hanya dalam alam pikir saja tanpa ada aksi mereka.

Kalau kemauan mereka pasti ada namun mereka tidak  mengerjakannya dan tidak mau menggunakan aksi. Mudah-mudahan suatu saat mereka juga mau beraksi untuk menghancurkan kemalasan mereka.

Memang kali ini saya sedang malas-malasnya karena saya sudah mengalami kejenuhan.Kejenuhan ini mungkin karena aku belummmepunyai target-target. Aku asal menulis saja untuk supaya saya sudah merasa “memenuhi kewajiban”
Aku sebarnya mau saja untuk merubah kegiatan dari yang tidak jelas menjadi
Membaca Buku Shalahuddin; Bagi setiap muslim pasti mengenal Shalahuddin  Al Ayubbi sang Pembebas Al Aqsha. Sebelum Shalahuddin, islam mempunyai pahlawan-pahlawan yang berusaha    untuk membebaskan Al Aqha ada Jermsiky, Saqman,Zanki , para qodhi dan ulama. Pendahulu Shalahuddin memang tidak berhasil merebut Al Aqsho namun merea telah berbuat. Orang yang berbuat tentu lebih baik.
Di dunia ini ada pergerakan islam yang justru mencemooh organisasi atau jamaah lain.Padahal mereka sendiri belum berbuat.Mereka masih berwacana terus dan mereka tidak terlihat kerjanya. ID sisi lain mereka juga kadang menohok saudara seakidah mereka sendiri sehingga saudara mereka jatuh.
Kalaupun mereka mau membantu mereka seharusnya mendiamkan saja.
Kalau mereka memang sudah tidak lagi mau mendengar lebih baik mereka kerjakan semau mereka saja.Biarlah Allah yang menilai mana yang paling baik

Iklan